Profil & Sejarah Resmi

Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo

Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur — Tempat bermukim yang indah, tenteram, dan harmonis.

Kepala Desa Baleasri
Pemerintahan Desa

Kepala Desa Baleasri

Kepala Desa Baleasri • Penanggung Jawab Pemerintahan

“Selamat datang di website resmi Desa Baleasri.”
Sekretaris Desa: Tri Anjono Status Data: Prodeskel Kemendagri 2025
Asal Usul & Babad Desa

Sejarah Desa Baleasri

Catatan sejarah pembentukan dan babad wilayah Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Letak & Gambaran Umum

Kurang lebih 4 km di sebelah selatan Kota Magetan terdapat sebuah desa yang cukup luas kawasannya, dengan suasana relatif tenang karena didukung oleh penduduk yang agamis — hampir seluruh warganya beragama Islam. Itulah Desa Baleasri.

Dahulu Desa Baleasri masuk wilayah Kecamatan Magetan. Namun karena adanya pemekaran wilayah kecamatan, kini Desa Baleasri resmi menjadi bagian dari Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Batas-Batas Wilayah Desa Baleasri

Utara
Desa Sumberdukun
Timur
Desa Ngariboyo
Selatan
Desa Selotinatah
Barat
Desa Selopanggung

Lima Tokoh/Kyai Cikal Bakal Babad Desa

Berdasarkan penuturan sejarah Bapak Darmo Sukir (alm.), mantan Kamituwo Baleasri selama 43 tahun, terdapat lima tokoh/kyai cikal bakal yang pertama kali membuka lahan dan membabat wilayah Baleasri:

1
Kyai Wongso Wijoyo (Gusti Brotokusumo)
2
Kyai Jamaludin
3
Kyai Rawun
4
Kyai Bagus Reso
5
Kyai Nurdiyah

Babad Tiga Wilayah Asal

1. Kelurahan Ngemplak / Ngambaan

Meliputi wilayah Karang, Wareng, dan Jajar. Dahulu kawasan ini berupa hutan angker dengan pepatah kuno "janmo moro janmo mati, sato moro sato mati" (siapa pun yang datang akan tertimpa musibah). Kawasan yang sangat wingit ini kemudian "ditambak" (ditulak balak) oleh Kyai Jamaluddin sehingga menjadi aman dan tidak angker lagi. Dari istilah TAMBAK → Ngambak, kawasan ini dinamakan Ngambakan, dengan Lurah pertama bernama Ismangil.

2. Kelurahan Bendo Sewu / Duwet Sewu

Meliputi Mendak, Titang, Gambiran, Oro-oro, Bendosewu/Duwetsewu, Manding, dan Dawung.

  • Dukuh Mendak: Dibabat oleh Kyai Bagus Reso, bangsawan Surakarta pengikut Perang Diponegoro yang berobat di wilayah ini setelah pendhok/mendhak kerisnya hilang (terucap "Mendhak keris saya hilang!").
  • Dukuh Duwetsewu: Berasal dari banyaknya pohon buah Duwet yang lebat dan disukai warga serta burung.
  • Dukuh Manding: Dibabat oleh Kyai Rawun yang senantiasa mendekatkan diri (Jawa: sumandhing) kepada Tuhan Yang Maha Kuasa saat membabat hutan.

3. Dukuh Ngeleng & Makam Jabung

Cikal bakal Dukuh Ngeleng adalah R. Wongso Wijoyo (Broto Kusumo / Kyai Ageng Ngeleng). Beliau membabat dan membenahi hutan secara mengagumkan dalam waktu sangat singkat (Jawa: mung sa' lenganNgeleng). Beliau dimakamkan di Makam Jabung Ngeleng, yang hingga kini menjadi pusat ziarah silaturahmi tahunan kerabat PAKEM JABUNG NGELENG. Meliputi wilayah Krukungan, Bandhut, Bangak, dan Slungguh.

Peristiwa Sejarah 1887

Penggabungan Menjadi Desa Baleasri

Pada tahun 1887, ketika Bupati Magetan dijabat oleh Raden Aryo Kertohadinegoro (terkenal dengan sebutan Gusti Ridder / Gusti Lider), dua kelurahan dan satu dukuhan tersebut digabungkan secara resmi menjadi satu desa dan diberi nama BALEASRI.

Bale (Balai): Tempat / Rumah + Asri: Indah, Tenteram & Harmonis

Daftar Kepala Desa / Lurah Baleasri Dari Masa ke Masa

No Nama Kepala Desa / Lurah Masa Jabatan
1 Toredjo s.d. 1921
2 Partodirjo 1921 – 1961
3 Moh. Amin 1961 – 1990
4 Moh Suroto 1990 – 2006
5 Emy Hariono 2007 – 2020
6 Juremi Sekarang (Periode 2025)
Data Resmi Kemendagri

Profil Demografi & Potensi Desa 2025

Sumber Isian Prodeskel (Profil Desa & Kelurahan) Ditjen Bina Pemdes Kemendagri per Januari 2025.

2.920
Total Jiwa Penduduk
1.450 Laki-laki | 1.470 Perempuan
916
Kepala Keluarga (KK)
786 KK Laki-laki | 130 KK Perempuan
110 Ha
Lahan Padi Sawah
Nilai Produksi Rp 2,31 Miliar/Th
Pertanian & Komoditas Unggulan:
Padi Sawah 110 Ha (Produksi 6 Ton/Ha), Jagung 25 Ha (Rp 525 Juta), dan Kacang Tanah 25 Ha (Rp 160 Juta).
Ketenagakerjaan:
1.301 Angkatan Kerja, 730 Bekerja Penuh, 450 Bekerja Tidak Tentu, 350 Ibu Rumah Tangga, 90 Pelajar.
Kesehatan & Sanitasi:
8 Unit Posyandu Aktif (38 Kader), 700 KK Pelanggan PAM Air Bersih, 0 Kematian Ibu Melahirkan.
Keamanan & Ketertiban:
21 RT Pos Siskamling Aktif, 30 Anggota Hansip/Linmas, 100% Realisasi Pajak Bumi & Bangunan (PBB).